Tentang Jentera


SEKOLAH TINGGI HUKUM INDONESIA JENTERA

Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera didirikan oleh Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia YSHK). Sebuah institusi yang telah melahirkan lembaga riset dan advokasi: Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), situs hukum terdepan di Indonesia: Hukumonline.com, dan perpustakaan hukum: Daniel S. Lev Law Library.

Sejak 2015, STH Indonesia Jentera menyelenggarakan program Sarjana Ilmu Hukum. Didukung oleh deretan akademisi dan praktisi hukum terkemuka di Indonesia, STH Indonesia Jentera bertujuan untuk memberikan pendidikan hukum berkualitas untuk menghasilkan praktisi hukum yang cakap dan memiliki integritas tinggi.

Profil Jentera

Pelajari lebih lanjut STH Indonesia Jentera

Para Pendiri Jentera

Abdul Haris M. Rum

Abdul Haris M. Rum

Pendiri dan Partner di firma hukum Azwar Hadisupani Rum & Partners, Ketua Umum Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) periode 2018-2021

Ahmad Fikri Assegaf

Ahmad Fikri Assegaf

Pendiri dan partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners

Arief T. Surowidjojo

Arief T. Surowidjojo

Pendiri dan partner di firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo

Chandra M. Hamzah

Chandra M. Hamzah

Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2007–2011, pendiri dan partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners

Erman Radjagukguk

Erman Radjagukguk

Anggota Senat Guru Besar Indonesia Jentera, Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia, Deputi Sekretaris Kabinet pada 1996–2005

Erni Setyowati

Erni Setyowati

Pendiri dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Organisasi Jentera

Erry Riyana Hardjapamekas

Erry Riyana Hardjapamekas

Dewan Penyantun Indonesia Jentera, Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2003–2007

Hamid Chalid

Hamid Chalid

Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK), akademisi

Inayah Assegaf

Inayah Assegaf

Pendiri dan Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Pengembangan Masyarakat Jentera

Mardjono Reksodipoetro

Mardjono Reksodipoetro

Anggota Senat Guru Besar Indonesia Jentera, Guru Besar Ilmu Hukum di Universitas Indonesia, pendiri firma hukum Ali Budiardjo Nugroho Reksodiputro

Marsilam Simandjuntak

Marsilam Simandjuntak

Dewan Penyantun Indonesia Jentera, Menteri Kehakiman dan Jaksa Agung pada 2001

Rival G. Ahmad

Rival G. Ahmad

Pendiri Jentera, akademisi

Perjalanan Jentera

Jentera didirikan dan dikelola oleh Yayasan Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (YSHK), sebuah institusi dengan berbagai pengalaman dalam bidang penelitian, advokasi, pelatihan, dan sistem informasi hukum.

Para Pengurus Jentera

Yunus Husein

Yunus Husein

Ketua STH Indonesia Jentera

Giri Ahmad Taufik

Giri Ahmad Taufik

Pjs. Wakil Akademik dan Penelitian

Erni Setyowati

Erni Setyowati

Wakil Kemahasiswaan dan Organisasi

Inayah Assegaf

Inayah Assegaf

Wakil Kerja Sama dan Pengembangan Masyarakat

Pengajar Jentera

Para ahli hukum dan praktisi hukum yang menjadi pengajar di Jentera

Mengapa Memilih Jentera?

Integrasi Akademik & Praktik

Mahasiswa akan mendapatkan proses belajar yang komprehensif, mulai dari mendalami teori-teori hukum, mengkaji berbagai kebijakan dan peraturan perundang-undangan, sampai dengan menganalisis berbagai kasus penting melalui putusan pengadilan.

Fokus pada Pemahaman dan Penguasaan Keterampilan Dasar

Pemahaman mahasiswa mengenai pengetahuan dasar hukum akan menjadi fokus utama dalam pengajaran. Mahasiswa akan dilatih untuk mempunyai pengetahuan dasar hukum yang kuat, dan juga penalaran hukum (legal reasoning) , penelitian, dan penulisan yang berfungsi sebagai dasar berpikir kritis dalam bidang hukum.

Praktisi Ahli Sebagai Pengajar

Para ahli hukum yang menjadi pengajar di Jentera, termasuk para praktisi hukum, akan memastikan bahwa siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga dapat menerapkannya secara tepat dan strategis.

Kelas Lebih Kecil & Metode Mengajar Bervariasi

Kelas yang lebih kecil memungkinkan untuk fokus pada model pembelajaran interaktif. Mahasiswa didorong untuk berdiskusi, melakukan analisis baik secara individu dan kelompok, melakukan penelitian dan menulis. Beragam metode yang digunakan bertujuan agar siswa mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan dan menantang.

Kesempatan Magang

Jentera menawarkan kesempatan magang di firma hukum papan atas, lembaga negara, perusahaan, dan organisasi masyarakat sipil.

Berada di Komunitas Pembaru Hukum

Jentera mengajak mahasiswa untuk lebih jauh mengembangkan pengetahuan mereka dengan membuat perubahan positif di masyarakat, dan berkontribusi pada pembaruan hukum di Indonesia.

Lokasi Kampus di Tengah Kota

Lokasi Kampus Jentera yang berada di tengah kota memudahkan mahasiswa untuk hadir di kampus pada kelas tatap muka setelah bekerja atau menyelesaikan kegiatan lainnya.

Daftar Blended Learning Jentera

Metode Blended Learning menggabungkan perkuliahan online dan tatap muka

WhatsApp chat